Jumat, 22 Maret 2019

KHASIAT UMBI TEMULAWAK

KHASIAT UMBI TEMULAWAK
Orientasi
Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Ia berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian menyebar ke beberapa tempat di kawasan wilayah biogeografi Malesia. Saat ini, sebagian besar budidaya temu lawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina tanaman ini selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di China, Indochina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.

Nama daerah di Jawa yaitu temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebut temu labak. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan berhabitat di hutan tropis. Rimpang temu lawak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur.

Ciri Morfologi
Terna berbatang semu dengan tinggi hingga lebih dari 1 m tetapi kurang dari 2 m. Batang semu merupakan bagian dari pelepah daun yang tegak dan saling bertumpang tindih, warnanya hijau atau coklat gelap. Rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berukuran besar, bercabang-cabang, dan berwarna cokelat kemerahan, kuning tua atau berwarna hijau gelap. Tiap tunas dari rimpang membentuk daun 2 – 9 helai dengan bentuk bundar memanjang sampai bangun lanset, warna daun hijau atau coklat keunguan terang sampai gelap, panjang daun 31 cm – 84 cm dan lebar 10 cm – 18 cm, panjang tangkai daun termasuk helaian 43 cm – 80 cm, pada setiap helaian dihubungkan dengan pelepah dan tangkai daun agak panjang. Bunganya berwarna kuning tua, berbentuk unik dan bergerombol yakni perbungaan lateral, tangkai ramping dan sisik berbentuk garis, panjang tangkai 9cm – 23cm dan lebar 4cm – 6cm, berdaun pelindung banyak yang panjangnya melebihi atau sebanding dengan mahkota bunga. Kelopak bunga berwarna putih berbulu, panjang 8mm – 13mm, mahkota bunga berbentuk tabung dengan panjang keseluruhan 4.5cm, helaian bunga berbentuk bundar memanjang berwarna putih dengan ujung yang berwarna merah dadu atau merah, panjang 1.25cm – 2cm dan lebar 1cm, sedangkan daging rimpangnya berwarna jingga tua atau kecokelatan, beraroma tajam yang menyengat dan rasanya pahit.

Pemanfaatan
Di Indonesia satu-satunya bagian yang dimanfaatkan adalah rimpang temu lawak untuk dibuat jamu godog. Rimpang ini mengandung 48-59,64 % zat tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 % minyak asiri dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti inflamasi. Manfaat lain dari rimpang tanaman ini adalah sebagai obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, anti kolesterol, antiinflamasi, anemia, antioksidan, pencegah kanker, dan antimikroba.

Sentra penanaman
Tanaman ini ditanam secara konvensional dalam skala kecil dengan menggunakan teknologi budidaya yang sederhana, karena itu sulit menentukan letak sentra penanaman temulawak di Indonesia. Hampir di setiap daerah pedesaan, terutama di dataran sedang dan tinggi, dapat ditemukan temulawak terutama di lahan yang teduh.

Aspek Budidaya
Bibit diperoleh dari perbanyakan secara vegetatif yaitu anakan yang tumbuh dari rimpang tua yang berumur 9 bulan atau lebih, kemudian bibit tersebut ditunaskan terlebih dahulu di tempat yang lembap dan gelap selama 2-3 minggu sebelum ditanam. Cara lain untuk mendapatkan bibit adalah dengan memotong rimpang tua yang baru dipanen dan sudah memiliki tunas (setiap potongan terdiri dari 2-3 mata tunas), kemudian dikeringkan dengan cara dijemur selama 4-6 hari. Temulawak sebaiknya ditanam pada awal musim hujan agar rimpang yang dihasilkan besar, sebaiknya tanaman juga diberi naungan.

Lahan penanaman diolah dengan cangkul sedalam 25-30 sentimeter, kemudian dibuat bedengan berukuran 3-4 meter dengan panjang sesuai dengan ukuran lahan, untuk mempermudah drainase agar rimpang tidak tergenang dan membusuk. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 20 sentimeter x 20 sentimeter x 20 sentimeter dengan jarak tanam 100 sentimeter x 75 sentimeter, pada setiap lubang tanam dimasukkan 2-3 kilogram pupuk kandang. Penanaman bibit dapat pula dilakukan pada alur tanam/ rorak sepanjang bedengan, kemudian pupuk kandang ditaburkan di sepanjang alur tanam, kemudian masukkan rimpang bibit sedalam 7.5-10 sentimeter dengan mata tunas menghadap ke atas.

Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan penyiangan gulma sebanyak 2-5 kali, tergantung dari pertumbuhan gulma, sedangkan pembumbunan tanah dilakukan bila terdapat banyak rimpang yang tumbuh menyembul dari tanah. Waktu panen yang paling baik untuk temu lawak yaitu pada umur 11-12 bulan karena hasilnya lebih banyak dan kualitas lebih baik daripada temu lawak yang dipanen pada umur 7-8 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara menggali atau membongkar tanah disekitar rimpang dengan menggunakan garpu atau cangkul.

Pertumbuhan
Iklim
Secara alami temulawak tumbuh dengan baik di lahan-lahan yang teduh dan terlindung dari teriknya sinar matahari. Di habitat alami rumpun tanaman ini tumbuh subur di bawah naungan pohon bambu atau jati. Namun temulawak juga dapat dengan mudah ditemukan di tempat yang terik seperti tanah tegalan. Secara umum tanaman ini memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai cuaca di daerah beriklim tropis.
Suhu udara yang baik untuk budidaya tanaman ini antara 19-30 oC
Tanaman ini memerlukan curah hujan tahunan antara 1.000-4.000 mm/tahun.

Media tanam
Perakaran temulawak dapat beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis tanah baik tanah berkapur, berpasir, agak berpasir maupun tanah-tanah berat yang berliat. Namun untuk memproduksi rimpang yang optimal diperlukan tanah yang subur, gembur dan berdrainase baik. Dengan demikian pemupukan anorganik dan organik diperlukan untuk memberi unsur hara yang cukup dan menjaga struktur tanah agar tetap gembur. Tanah yang mengandung bahan organik diperlukan untuk menjaga agar tanah tidak mudah tergenang air.

Ketinggian
Temulawak dapat tumbuh pada ketinggian tempat 5-1.000 m/dpl dengan ketinggian tempat optimum adalah 750 m/dpl. Kandungan pati tertinggi di dalam rimpang diperoleh pada tanaman yang ditanam pada ketinggian 240 m/dpl. Temulawak yang ditanam di dataran tinggi menghasilkan rimpang yang hanya mengandung sedikit minyak atsiri. Tanaman ini lebih cocok dikembangkan di dataran sedang.

Hama dan penyakit
Hama
Ø Hama temulawak adalah:
Ø Ulat jengkal (Chrysodeixis chalcites Esp),
Ø Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn) dan
Ø Cara pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida Kiltop 500 EC atau Dimilin 25 WP dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.

Penyakit
Ø Jamur Fusarium disebabkan oleh fungus oxysporum Schlecht dan Phytium sp serta bakteri Pseudomonas sp yang berpotensi untuk menyerang perakaran dan rimpang temulawak baik di kebun atau setelah panen. Gejala Fusarium dapat menyebabkan busuk akar rimpang dengan gejala daum menguning, layu, pucuk mengering dan tanaman mati. Akar rimpang menjadi keriput dan berwarna kehitam-hitaman dan bagian tengahnya membusuk. Jamur Phytium menyebabkan daun menguning, pangkal batang dan rimpang busuk, berubah warna menjadi coklat dan akhirnya keseluruhan tanaman menjadi busuk. Cara pengendalian dengan melakukan pergiliran tanaman yaitu setelah panen tidak menanam tanaman yang berasal dari keluarga Zingiberaceae. Fungisida yang dapat dipakaikan adalah Dimazeb 80 WP atau Dithane M-45 80 WP dengan konsentrasi 0.1 - 0.2 %.

Ø Penyakit layu disebabkan oleh Pseudomonas sp, gejala berupa kelayuan daun bagian bawah yang diawali menguningnya daun, pangkal batang basah dan rimpang yang dipotong mengeluarkan lendir seperti getah. Cara pengendaliannya dengan pergiliran tanaman dan penyemprotan Agrimycin 15/1.5 WP atau grept 20 WP dengan konsentrasi 0.1 -0.2%.

Gulma
Gulma potensial pada pertanaman temu lawak adalah gulma kebun antara lain adalah rumput teki, alang-alang, ageratum, dan gulma berdaun lebar lainnya.

Pengendalian hama/penyakit secara organik
Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb:
Ø Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman
Ø Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami

Kandungan dan Manfaat
Kandungan utama rimpang temulawak adalah protein, karbohidrat, dan minyak atsiri yang terdiri atas kamfer, glukosida, turmerol, dan kurkumin. Kurkumin bermanfaat sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Temu lawak memiliki efek farmakologi yaitu, hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (anti radang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi. Manfaat lainnya yaitu, meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan darah.

Selain dimanfaatkan sebagai jamu dan obat, temu lawak juga dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat dengan mengambil patinya, kemudian diolah menjadi bubur makanan untuk bayi dan orang-orang yang mengalami gangguan pencernaan. Di sisi lain, temu lawak juga mengandung senyawa beracun yang dapat mengusir nyamuk, karena tumbuhan tersebut menghasilkan minyak atsiri yang mengandung linelool, geraniol yaitu golongan fenol yang mempunyai daya repellan nyamuk Aedes aegypti.

Sumber : Google Wikipedia

KHASIAT DAUN TEMULAWAK

KHASIAT DAUN TEMULAWAK
Orientasi
Manfaat Daun Temulawak
Sebelum lebih jauh membahas ada baiknya untuk menjelaskan sedikit mengenai judul yang sepertinya akan sedikit berbeda dengan isi dari artikel ini, karena temulawak yang paling bermanfaat adalah buahnya, umbi atau rimpang nya, bukan pada daunnya. Hingga saat ini daun temulawak belum ada yang menguji secara klinis akan manfaatnya terhadap kesehatan.

Manfaat temulawak sudah dikenal tidak hanya di negara Indonesia saja, bahkan diluar negeri temulawak juga dikenal memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Di masyarakat kita, tanaman herbal yang banyak mengandung curcumin ini sering sekali digunakan bahan dasar jamu tradisional yang berkhasiat.

Khasiat Temulawak untuk Kesehatan
Dikarenakan temulawak mengandung katagoga sehingga temulawak banyak dikenal dapat berkhasiat untuk menjaga fungsi hati (lever). Bahkan dilansir dari sebuah penelitian menyebutkan bahwa temulawak banyak memberikan enzim yang dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT.

Kandungan curcumin yang terdapat dalam temulawak dapat membantu meredakan radang sendi. Bahkan di India temulawak juga digunakan sebagai obat alami pereda radang sendi. Tidak hanya baik untuk lever, temulawak juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker. Temulawak juga baik untuk kesehatan karena dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Selain itu temulawak juga berkhasiat untuk membantu mengatasi masalah dalam sistem pencernaan.
Untuk ibu hamil. Mengkonsumsi temulawak juga baik untuk melancarkan ASI.
Dalam penyajian temulawak memiliki beragam penyajian, baik itu dengan direbus terlebih dahulu atau tanpa direbus. Jika disajikan tanpa direbus biasanya umbi temulawak akan diparut terlebih dahulu yang nantinya akan diperas bersama tambahan sedikit air putih, namun jika penyajian dengan direbus, temulawak hanya dihancurkan atau di geprek tidak sampai halus kemudian direbus.

Karena banyaknya orang yang menyediakan jamu temulawak, maka untuk penyajian ini jarang sekali dilakukan karena lebih memilih jamu temulawak yang sudah jadi tanpa perlu repot-repot mencari tanaman herbal ini atau dengan mengolahnya terlebih dahulu. Selain itu biasanya penjual jamu tradisional tidak hanya menggunakan bahan temulawak saja melainkan dipadukan dengan bahan herbal bermanfaat lainnya seperti dengan campuran kunyit.

Temulawak, Tanaman Asli Indonesia yang Kaya Manfaat
Teman-teman sudah pernah lihat tanaman temulawak?
Tanaman ini sering dijadikan bahan obat-obatan tradisional. Selain itu, temulawak juga bisa dibuat jadi sirup, lo.

Ciri-ciri Tanaman
Ø Tanaman temulawak biasanya berukuran tidak terlalu tinggi, sekitar 1-2 meter. Batangnya tidak berkayu dan berwarna hijau, tersusun dari pelepah daun yang tumpeng tindih.
Ø Daunnya berwarna hijau atau coklat dengan panjang sekitar 31 cm – 84 cm dan lebar 10 cm – 18 cm. Bunga tanaman ini punya bentuk yang unik berwarna kuning tua.
Ø Tanaman temulawak terkenal sebagai tanaman rimpang atau rizoma, yaitu batang dapat menjalar di bawah permukaan tanah dan menghasilkan tunas serta akar baru dari ruas-ruasnya.
Ø Rimpang memang mirip umbi. Bedanya, rimpang adalah modifikasi dari batang yang bisa menghasilkan tunas, sedangkan umbi tidak. Rimpang temulawak inilah yang sering dimanfaatkan sebagai bahan obat.

Kita harus bangga karena temulawak adalah tumbuhan asli Indonesia. Temulawak menjadi tumbuhan yang kaya manfaat, mulai dari bahan pangan, pewarna makanan, sampai bahan kosmetik.

Bagian yang digunakan pada temulawak adalah rimpangnya karena mengandung berbagai senyawa kimia bermanfaat. Senyawa kimia itu di antaranya, atsiri xanthorrhizol, fellandrean dan turmerol, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol, kurkuminoid, serta kurkumin.

Bahkan, kurkumin terbukti sebagai antioksidan serta dapat melindungi hati dari racun.
Pemanfaatan Temulawak
Sistem Pencernaan: temulawak bisa memperlancar pencernaan karena merangsang produksi cairan empedu. Hasil penelitian yang dimuat dalam Clinical Gastroenterology and Hepatology juga menuliskan bahwa temulawak bisa mempercepat penyembuhan peradangan usus.
Sendi: ternyata temulawak juga bisa mengatasi osteoarthritis, yaitu peradangan yang terjadi pada persendian, yang ditandai dengan sendi terasa sakit dan kaku.
Kanker: beberapa ahli percaya bahwa temulawak dapat membantu mengatasi berbagai kanker. Hal ini juga dijelaskan oleh para peneliti dari University of Maryland Medical Center.
Wah, banyak sekali manfaat temulawak, ya! Nah, untuk mendapatkan manfaat ini bisa mengonsumsi temulawak yang sudah tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari makanan, minuman, hingga obat-obatan.

Manfaat Temulawak Sebagai Obat Alami
Manfaat temulawak telah terbukti dalam pengobatan Cina tradisional. Mereka banyak yang menggunakan temulawak, baik temulawak asli maupun temulawak cream, sebagai obat anti peradangan serta penyembuh luka. Walaupun memang penggunaan temulawak bisa langsung digunakan dalam dosis besar, tetapi dalam beberapa kasus temulawak bisa membuat perut menjadi sakit.

Temulawak sendiri adalah jenis rimpang yang sering kali dijadikan campuran untuk berbagai hal, karena manfaat temulawak yang cukup banyak. Lalu apa saja manfaat temulawak untuk kesehatan?
1. Mengatasi masalah pada sistem pencernaan
Manfaat temulawak yang pertama adalah merangsang produksi cairan empedu di kantung empedu. Tentu saja hal ini membantu pencernaan serta metabolisme makanan dalam tubuh. Tidak hanya itu, menurut para ahli, temulawak juga bermanfaat untuk mengatasi perut yang kembung, membantu pencernaan yang tidak lancar, dan meningkatkan nafsu makan.
Sebuah studi yang  dipublikasikan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology meminta pasien yang mengalami peradangan usus untuk mengonsumsi temulawak setiap harinya. Hasilnya, kelompok pasien tersebut mengalami proses penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan kelompok pasien yang tidak mengonsumsi temulawak.
2.  Mengatasi osteorthritis
Manfaat temulawak lainnya yaitu membantu pasien yang mengalami osteoarthritis. Osteoarthritis adalah peradangan yang terjadi pada persendian, di mana sendi-sendi menjadi terasa sakit dan kaku.
Hal ini juga dibuktikan dalam sebuah jurnal yang diterbitkan di dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine. Dalam jurnal tersebut menunjukkan bahwa efek temulawak hampir sama seperti efek ibuprofen (obat penghilang rasa sakit) yang diberikan pada pasien osteoarthritis
3. Mencegah serta membantu pengobatan kanker
Walaupun masih sangat sedikit penelitian yang tersedia terkait manfaat temulawak dengan pengobatan kanker, namun beberapa ahli percaya temulawak dapat berguna untuk membantu pengobatan kanker prostat, kanker payudara, dan kanker usus. Manfaat temulawak ini didukung dengan sebuah riset yang dilakukan pada tahun 2001, yang menyatakan bahwa temulawak dapat menghambat pertumbuhan serta perkembangan kanker prostat.
Para peneliti dari University of Maryland Medical Center menjelaskan bahwa bahan-bahan herbal mungkin bisa membantu menghentikan pertumbuhan kanker akibat zat antioksidan yang terkandung di dalam obat herbal, termasuk temulawak.
4. Manfaat temulawak lainnya
Ahli medis menyebutkan, temulawak juga bisa digunakan untuk membantu mengatasi sakit maag, diabetes, penyakit infeksi virus dan bakteri, serta arterosklerosis. Walaupun begitu, penelitian lebih lanjut tentang manfaat temulawak harus terus dilakukan.

Beberapa maanfaat temulawak yang belum terbukti dalam studi ilmiah seperti, mengatasi ekzema, sirosis, penyakit jantung, masalah kesehatan mulut, serta batu empedu.

Sumber : Google Wikipedia

KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA

    KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA Orientasi Asahan ( Jawi : اسهن ) adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi S...