Rabu, 13 Februari 2019

KHASIAT DAUN TURI

DAUN TURI

Orientasi
Turi (Sesbania grandiflora) merupakan pohon kecil anggota suku Fabaceae. Tumbuhan dengan banyak kegunaan ini asalnya diduga dari Asia Selatan dan Asia Tenggara, namun sekarang telah tersebar ke berbagai daerah tropis dunia.

Di banyak daerah, pohon ini dikenal sebagai turi (Jw., Sd., Tern., Tid., Hal., Sang., Alor); namun juga toroy (Md.), tuwi (Bl.), turing, suri (Sulut), tuli (Tal.), palawu (Bm.), gala-gala (Timor), ngganggala, kalala (Rote), suri (Mdw.), uliango (Gtl.), tanunu (Smb.), kayu jawa (Baree dan Mks.), ajatulama (Bgs.). Nama inggrisnya, agathi, dipinjam dari namanya dalam bahasa Bengali, agati.

Deskripsi
Turi merupakan pohon yang berkayu lunak dan berumur pendek. Tingginya dapat mencapai 5-12 m. Akarnya berbintil-bintil dan berguna untuk menyuburkan tanah. Bunganya besar dan keluar dari rantingnya. Bunganya apabila mekar, berbentuk seperti kupu-kupu. Warna bunganya ada yang merah dan ada juga yang putih. Ada juga yang berwarna gabungan kedua-duanya. Letaknya menggantung dengan 2-4 bunga dan bertangkai, kuncupnya berbentuk sabit. Rantingnya menggantung, kulit luar berwarna kelabu hingga kecoklatan. Kulit luarnya ini tidak rata dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan dengan lapisan gabus yang mudah terkelupas. Pada bagian dalam, batangnya berlendir dan berair yang berwarna merah, dan rasanya pahit. Percabangan baru keluar apabila panjangnya sudah mencapai 5 meter. Daunnya majemuk dan tersebar.

Memiliki daun penumpu sepanjang 1/2-1 cm. Anak daunnya bentuknya jorong memanjang, rata, dan menyirip genap. Panjang tangkai daun 20–30 cm. Tangkainya pendek, dan setiap tangkai berisi 20-40 pasang anak daun. Warna bunganya ada yang merah dan ada juga yang putih. Buahnya berbentuk polong, meggantung, bersekat, dengan panjang 20-55 cm, sewaktu muda berwarna hijau, dan sudah tua berwarna kuning keputih-putihan. Sedangkan bijinya berbentuk bulat panjang, dan berwarna coklat muda.

Persebaran dan Habitat
Spesies ini tersebar di India Timur sampai Australia. Di Indonesia, tumbuhan ini ditanam sebagai tumbuhan hias di halaman-halaman rumah dan di sawah-sawah sebagai tanaman pelindung. Ia dapat pula hidup pada tanah asam dan kadang juga tumbuh subur di tanah berair. Akan tetapi, turi tidak baik ditanam pada ketinggian lebih dari 1.500 mdpl. Turi biasanya digunakan sebagai tanaman pelidung pohon rambatan bagi tanaman lada atau vanila.

Perbanyakan turi dilakukan dengan biji atau stek batang. Biji-biji tersebut disemai terlebih dahulu. Biji yang ditabur tanpa naungan dapat berkecambah hingga 80%, namun perkembangbiakan dengan stek batang dilakukan kadang-kadang saja.

Manfaat
Lalapan
Daun, bunga dan polongnya yang masih muda dapat dimakan sebagai sayur atau lalap setelah direbus terlebih dahulu. Daun muda ini baunya tetap tidak enak dan berlendir, sekalipun telah dikukus. Namun lalapan daun ini baik dimakan ibu untuk menambah ASI. Bunganya terasa gurih dan manis, sehingga digemari sebagai campuran pecel. Untuk membuat pecel ini, bunga turi (bisa juga diganti kacang panjang) ini dicampur dengan "ganteng" taoge, bersama dengan kulit melinjo yang sudah dikukus direbus sampai cukup masak. Kalau merebus bahan-bahan ini hanya setengah matang, akan menyebabkan rasa "gatal" di tenggorokan karena bulunya belum rontok.[16] Buah turi yang berwarna putih merupakan sayur yang sangat digemari di Jawa. Polongnya pun dapat dimakan layaknya kacang panjang.

Obat Tradisional
Pepagannya dapat dipergunakan sebagai obat. Kulit kayu ini diremas dalam air atau direbus, dan airnya diminum untuk mengobati seriawan, disentri, murus darah, atau menceret pada umumnya. Namun jika terlalu banyak diminum, air rebusan ini akan bekerja sebagai obat muntah (emetik).

Bunganya yang berwarna merah bermanfaat sebagai obat. Kulit kayunya yang berwarna merah dijual dengan nama kayu timor. Kadar tanin yang tinggi inilah yang menyebabkan dapat digunakan untuk penyembuhan luka atau disentri. Pada umumnya kayu timor ini digunakan untuk mengobati berak darah dan mengatasi peradangan, memar, dan bengkak-bengkak.

Dalam pengobatan, turi dapat digunakan untuk sariawan, radang usus (dengan cara meminum rebusan pepagan turi) disentri, diare, scabies (yakni dengan tumbukan kulit kayu yang dibubuhkan di tempatnya), cacar air, keseleo, terpukul, keputihan, batuk, beri-beri, sakit kepala, radang tenggorokan; demam nifas, produksi ASI, hidung berlendir, batuk, rematik, dan luka. Adapun, oleh etnis Sumba, daun dan pepagan turi digunakan untuk ditempelkan pada bagian yang patah tulang, yang kemudian diikat dengan kain dan dibungkus oleh pelepah daun pisang selama seharian.
Menurut penelitian ilmiah, getah tumbuhan ini merupakan astringen. Ia mengandung zat pewarna utama, yakni agatin dan zantoagatin, kemudian basorin, dan tanin. Biji tumbuhan ini mengandung 70% protein, dan daunnya mengandung saponin yang tidak berbahaya, sekalipun dapat dijadikan pengganti sabun untuk mencuci pakaian. Bunganya mengandung konten gula variabel dan sumber vitamin B. Semua bagian tumbuhan ini dilaporkan dapat menyembuhkan rabun senja; kalau memang demikian, tumbuhan ini mengandung vitamin A.

Penelitian terbaru mendapatkan bahwa akar turi mengandung bahan-bahan aktif yang bersifat anti-tuberkulosis terhadap bakteria Mycobacterium tuberculosis. Bahan-bahan itu di antaranya adalah asam betulinat dan tiga macam isoflavanoid.

Penyamak dan Pewarna
Pepagan turi mengeluarkan getah bening yang akan mengeras menjadi gom apabila kena udara. Gom ini dimanfaatkan sebagai pengganti gom arab, dan digunakan dalam makanan dan perekat. Di Karimunjawa, lendirnya digunakan untuk pewarna.

Getah turi itu dimanfaatkan nelayan zaman dahulu untuk mengolesi tali pancing dan jala agar lebih awet. Getah ini juga dapat dicampurkan ke dalam cat hitam yang dipakai untuk mengawetkan tambang atau kayu bangunan; selain itu getah juga bersifat mengikat cat. Gom turi digunakan pula sebagai perekat dalam penjilidan buku.
Di samping getah, cairan rebusan pepagan turi dipakai untuk merendam alat-alat penangkap ikan sehingga tahan lama. Di Kebumen, air rebusan yang dicampur dengan jelaga dipakai untuk memberi warna hitam pada kerajinan anyaman bamboo.

Pakan Ternak
Daun-daun turi juga dapat dipergunakan untuk makanan ternak dan pupuk hijau.
Banyak catatan yang menunjukkan bahwa turi merupakan hijauan pakan yang disukai ruminansia dan bernilai nutrisi tinggi. Setiap 100 g berat kering, daun-daun turi mengandung sekitar 36% protein kasar dan 9600 IU vitamin A. Konsentrasi N pada dedaunan itu sekitar 3,0–5,5%, dan lebih tinggi lagi pada biji, yakni hingga 6,5%. Ketecernaan dedaunan itu berkisar antara 65–73%, dengan kandungan serat kasar yang rendah (5–18%). Dan meskipun hijauan ini diketahui mengandung saponin dan tanin, sejauh ini tidak ada reaksi toksik yang terjadi pad ruminansia. Akan tetapi pemanfaatannya bagi hewan berperut tunggal (monogastrik) perlu berhati-hati, karena pakan ini bersifat mematikan bagi ayam.

Berikut ini adalah zat kimia yang terkandung dalam turi yang menyebabkan baik untuk dimakan ternak:
Kandungan zat
Jumlah
Protein kasar
27,3%[c]
Energi kasar
4.825 kkal/kg
SDN
24,4%
2,7%
7.5%
1,5%
P
0,4%

Kayu
Kayu turi tergolong ringan; BJ-nya berkisar antara 0,38 hingga 0,50 dan digolongkan dalam kelas awet V (tidak awet).

Kayu ini juga kurang baik untuk dijadikan kayu bakar, karena banyak menghasilkan asap. Meskipun demikian, turi menjadi sumber kayu bakar yang populer di pedesaan karena lekas tumbuh dan telah menghasilkan kayu pada umur setahun. Turi dapat mencapai tinggi 2 m dalam 12 minggu, dan 4–5 m dalam setahun; di Indonesia dapat menghasilkan 20–25 m³/ha per tahun apabila ditanam rapat-rapat. Kayunya lunak, berwarna putih, dan lekas rusak.

Batang/kayu turi dapat diolah menjadi kertas dengan campuran bambu. Dengan rotasi penanaman 3-4 tahun, turi mampu menghasilkan lebih banyak bahan mentah selulosa per satuan luas jika dibandingkan jenis kayu penghasil pulp yang lain. Akan tetapi serat kayu turi ini pendek-pendek, sehingga perlu dicampur dalam proporsi yang cukup dengan serat bambu yang lebih panjang, agar dapat menghasilkan kertas yang lumayan kuat. Bubur kayu turi dapat dipakai untuk membuat kertas kelas menengah ke bawah:kertas koran, majalah, kertas tulis, atau untuk barang cetakan murah.

Kayu ini digunakan pula untuk papan. Dengan bertambahnya umur, kepadatan kayu turi pun turut meningkat. Kayu yang dihasilkan turi berumur 5–8 tahun telah cukup besar dan cukup kuat untuk dipergunakan sebagai ramuan rumah atau untuk membuat peralatan. Kayu ini mungkin pula untuk dijadikan tiang, akan tetapi kurang awet karena kayu turi mudah diserang cendawan dan serangga. Kulit pohon turi yang sudah dijadikan bubuk dapat digunakan untuk kosmetik. Daunnya yang mengandung saponin dapat digunakan untuk menggantikan sabun setelah diremas-remas dalam air untuk mencuci pakaian.

Kegunaan Lain
Di samping itu turi juga ditanam untuk pelbagai kegunaan: peneduh, pagar hidup, penahan angin, pohon rambatan, pohon hias, dan juga untuk menghijaukan lahan kritis. Bintil-bintil akar pada turi mengikat nitrogen dalam tanah, dan dengan demikian memperbaiki kesuburan tanah. Daun-daun, bunga, dan buah yang berjatuhan menjadi mulsa dan pupuk hijau yang baik. Karena pertumbuhannya yang cepat, turi sangat baik ditanam sebagai tanaman antara –misalnya pada masa bera– untuk memulihkan kesuburan tanah.

Pada tahun 1984, belalang kayu menyerang tanaman kelapa, pisang, cemara, dan juga turi di wilayah Kebumen dan Tegal. Beruntung, salah satu cara untuk mengusir hama belalang kayu adalah dengan menanam turi yang mengundang kumbang endol (Mylabris putulata). Turi juga ditanam untuk membasmi belalang kayu (Valanga nigricornis zehntneri). Ini dimaksudkan untuk mengundang kumbang endol. Kumbang dewasa menyukai bunga turi, sementara larvanya akan memakan telur-telur belalang.

Turi juga bermanfaat sebagai pagar hidup. Maksudnya disini adalah sebagai penghalang bibit sayuran dari gangguan-gangguan ruminansia seperti ayam kampung. Slamet Soeseno, penulis buku sayuran Indonesia mencatat bahwa pagar hidup dapat dibuat berselang-seling. Misalnya, turi berselang-seling dengan kelor dan singkong. Sehingga, tidak perlu membuat biaya banyak untuk memagari bibit tanaman sayuran, semisal dengan bambu ataupun tembok setengah badan berkawat kasa.

21 Khasiat Daun Turi untuk Kesehatan
Tanaman turi yang biasanya tumbuh dan menjadi pelindung area persawahan serta tanaman hias di halaman rumah ini menjadi salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak kandungan nutrisi khususnya pada area daun, kulit batang dan juga bunga yang berwarna merah. Dalam daun turi mengandung vitamin A, kalsium, serat, saponin, protein, kalsium, besifosfor, sodium, riboflavin, niacin, vitamin C,  dan juga tannin. Untuk mengetahui lebih jauh khasiat daun turi untuk berbagai penyakit dari yang ringan sampai kronis, silahkan simak ulasan selengkapnya berikut ini.

1.    Meredakan Radang Tenggorokan
Kandungan dari daun turi memiliki kegunaan untuk meredakan radang yang terjadi di tenggorokan. Caranya, rebus daun turi secukupnya dengan air lalu gunakan untuk berkumur-kumur secara rutin sampai radang tenggorokan bisa sembuh.

2.    Mencegah Osteoporosis dan Arthritis
Manfaat utama yang sering digunakan pada daun turi adalah untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang. Kandungan vitamin dan juga kalsium tinggi dalam daun turi ini sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang yang otomatis mampu mencegah osteoporosis serta arthritis khususnya untuk para orang tua.

3.    Mengatasi Lemah Otot
Daun turi memiliki manfaat untuk menghilangkan masalah yang terjadi pada otot, seperti lemah otot, mati rasa, penurunan libido, frigiditas, impotensi dan juga penyakit lain yang berhubungan dengan otot. Kadar fosfor yang cukup di dalam tubuh akan membantu agar anda bisa tetap bugar untuk beraktivitas. Dengan mengkonsumsi daun turi ini, maka berbagai masalah otot tersebut bisa disembuhkan dan dicegah dengan baik.

4.    Mengatasi Migrain
Kekurangan riboflavin di dalam tubuh akan menyebabkan seseorang bisa terkena migrain atau sakit kepala. Asupan riboflavin ini juga bisa anda dapatkan dengan mengkonsumsi daun turi ini.

5.    Mencegah Alzheimer
Dalam daun turi mengandung vitamin B1 yang berfungsi untuk menghambat perkembangan dari penyakit alzheimer. Mengkonsumsi daun turi sebagai salah satu menu diet penderita alzheimer ini sangat penting agar asupan vitamin B1 bisa tercukupi.

6.    Meningkatkan Imunitas Tubuh
Agar imunitas tubuh bisa dipertahankan sekaligus ditingkatkan, maka asupan makanan yang mengandung selenium sangat dibutuhkan, sebab selenium berguna untuk menjaga sistem kekebalan tubuh sekaligus sebagai nutrisi utama untuk menghambat perkembangan virus seperti HIV penyebab penyakit AIDS. Salah satu kandungan yang ada dalam daun turi ini adalah selenium yang cukup tinggi, sehingga baik untuk di konsumsi sehari-hari.

7.    Menyehatkan dan Mencerahkan Kulit
Beberapa masalah pada kulit seperti kulit pucat dan lingkaran hitam di bawah mata terjadi karena kurangnya zat besi di dalam tubuh. Ini juga menjadi gejala umum yang ditimbulkan penderita anemia. Kurangnya zat besi akan membuat kadar hemoglobin juga menurun sehingga produksi sel darah merah juga berkurang. Selain itu, aliran oksigen yang juga terhambat karena kekurangan zat besi juga membuat kulit terlihat pucat. Untuk itu, perbanyak konsumsi daun turi yang juga mengandung kadar zat besi tinggi di dalamnya.

8.    Membantu Perkembangan Janin
Kandungan folat yang ada dalam daun turi juga berguna untuk mendukung perkembangan janin serta wanita pada masa kehamilan. Apabila saat masa kehamilan tubuh kekurangan folat, maka perkembangan janin akan terhambat serta kemungkinan bayi lahir cacat akan semakin besar.

9.    Menurunkan Tekanan Darah
Karena dalam daun turi juga mengandung vitamin C yang cukup, maka ini juga menjadi solusi herbal terbaik untuk kesehatan jantung dan juga menurunkan tekanan darah tinggi. Daun turi menjadi salah satu pilihan terbaik karena mengandung kebutuhan vitamin C tubuh setiap harinya.

10.Menyembuhkan Luka dan Masalah Kulit
Kandungan dalam daun turi ini juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan luka dengan cepat, keseleo, gatal serta memar karena memiliki sifat anti bakteri.

11.Mengatasi Sensasi Perut dan Tubuh Terbakar
Sensasi terbakar yang terjadi pada perut, tubuh, mata, kaki dan tangan bisa dihilangkan dengan cepat yakni mengkonsumsi daun turi ini secara rutin. Sangat disarankan untuk mengkonsumsi daun turi ini karena terbukti ampuh untuk mengatasi masalah ini secara cepat dan tanpa menimbulkan efek samping.

12.Mengatasi Kontinuitas
Kontiunitas atau komplikasi yang terjadi karena terlalu banyak minum kopi dan juga teh. Kontinuitas ini akan menimbulkan rasa terbakar pada bagian tangan serta kaki dan juga panas tubuh yang semakin meningkat. Untuk mengendalikan masalah ini bisa didapat dengan mengkonsumsi daun turi secara teratur minimal satu kali sehari.

13.Mengatasi Rabun Senja
Untuk anda yang mengalami salah satu masalah mata yakni rabun senja, maka bisa memakai ekstrak daun turi ini sebagai pengobatan herbal. Cara lain adalah dengan mengkonsumsi daun turi dalam masakan seperti tumis atau lalap.

14.Menyembuhkan Kuku Bengkak
Untuk mengatasi kuku dan area sekitarnya yang bengkak juga bisa diatasi dengan memanfaatkan daun turi. Caranya, siapkan segenggam daun turi segar lalu cuci bersih dan tumbuk halus. Balurkan ke sekitar area kuku yang sakit dan bengkak lalu bungkus dengan perban agar tidak mudah lepas. Ganti ramuan ini sebanyak 3 sampai 4 kali sehari sampai bengkak di sekitar area kuku bisa sembuh.

15.Mengatasi Keputihan
Keputihan yang sering menimbulkan rasa gatal dan bau tidak sedap pada wanita juga bisa diatasi dengan memanfaatkan khasiat dari daun turi ini. Caranya, haluskan 1 genggam daun turi serta kunyit dan tambahkan dengan 3/4 cangkir air matang lalu aduk sampai rata. Peras dan saring sari ramuan ini lalu minum sebanyak 2 kali dalam sehari.

16.Menyembuhkan Disentri
Disentri atau juga dikenal dengan nama berak darah juga bisa diatasi dengan memanfaatkan daun turi. Caranya adalah dengan merebus daun turi serta kulit batang dan bunganya yang berwarna merah bersama dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas saja. Saring ramuan ini dan minum sebanyak 2 kali sehari sampai disentri sembuh.

17.Demam Nifas sesudah Melahirkan
     Demam nifas yang terjadi sesudah proses kelahiran ini bisa disembuhkan dengan tanaman herbal daun turi. Cuci bersih 1/3 genggam daun turi yang masih segar dan tumbuk sampai halus. Seduh tumbukan daun ini dengan 3/4 cangkir air panas lalu tambahkan dengan sedikit garam. Dinginkan dan saring ramuan tersebut lalu minum sampai habis.

18.Menyembuhkan Sariawan
Sariawan yang merupakan salah satu masalah di area mulut seperti bibir, lidah dan juga tenggorokan juga bisa diatasi dengan memanfaatkan daun turi. Caranya, cuci bersih daun turi segar secukupnya lalu remas-remas dalam wadah yang sudah ditambahkan air. Gunakan air ini untuk berkumur sebanyak 4 kali dalam sehari.

19.Menghilangkan Lendir di Hidung
Untuk menghilangkan lendir pada area hidung yang biasanya timbul saat flu bisa disembuhkan dengan daun turi ini. Cara membuat ramuannya juga seruap dengan menyembuhkan sariawan yakni dengan menghaluskan segenggam daun turi segar beserta dengan bunganya yang berwarna merah lalu di seduh dengan 1/2 cangkir air panas dan tambahkan sedikit garam. Saring air seduhan lalu minum sampai habis sebanyak 2 kali dalam sehari.

20.Mengobati Mata Glaukoma
Daun turi juga sudah digunakan sejak lama sebagai tanaman alami yang bisa mengobati penyakit mata glaukoma. Kandungan alami dari daun turi akan mengurangi tekanan pada bola mata sekaligus memperbaiki jaringan pada mata yang mengalami kerusakan. Caranya, siapkan daun turi yang masih muda secukupnya, adas dan juga kapur sirih. Campurkan semua bahan ini lalu remas-remas dan tempelkan di area alis mata.

Nutrisi tinggi yang terdapat di dalam daun turi ini bisa anda manfaatkan sebagai salah satu pengobatan alternatif untuk mengatasi berbagai masalah pada kulit dan juga penyakit dalam. Konsumsilah secara rutin agar khasiat daun turi dan efek penyembuhan bisa terasa lebih cepat.

Sumber : Google Wikipedia



KHASIAT DAUN SELEDRI

DAUN SELEDRI
Orientasi
Apa manfaat daun seledri?
Apium graveolens atau daun seledri adalah sayuran dalam keluarga tanaman jenis apiaceae. Daun seledri telah digunakan dalam pengobatan herbal untuk mengobati:




Ø  Rematik.
Ø  Menurunkan kadar kolesterol tubuh sehingga baik untuk kesehatan jantung.
Ø  Menekan proses peradangan.
Ø  Melindungi lapisan lambung dan menekan produksi asam lambung.
Ø  Pengusir nyamuk dan pembunuh larva.

Bagaimana cara kerjanya?
Tidak ada penelitian yang cukup mengenai bagaimana cara kerja suplemen herbal ini. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa senyawa kimia yang terkandung dalam daun seledri berfungsi sebagai antihipertensi dan antikolesterol. Selain itu, salah satu komponen kimia seledri, alkaloid, telah terbukti menjadi antikejang yang efektif.

Dosis
Informasi yang disediakan bukanlah pengganti dari nasihat medis. selalu konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum menggunakan pengobatan ini.

Berapa dosis  yang biasa digunakan untuk daun seledri?
Tidak ada bukti klinis yang terbaru untuk petunjuk dosis seledri. Jika digunakan untuk mencegah atau mengurangi perut kembung (flatulen), dosis yang dipakai berkisar 1-4 gram. Meski begitu, dosis penggunaan daun seledri dapat berbeda pada setiap orang. Dosis yang Anda perlukan tergantung pada usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lain. Tanaman herbal tidak selalu aman untuk dikonsumsi. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter untuk dosis yang cocok untuk Anda.

Dalam bentuk apa saja seledri tersedia?
Tanaman herbal ini dapat tersedia dalam bentuk dan dosis sebagai berikut:
Ø  Biji
Ø  Kapsul
Ø  Larutan
Ø  Minyak
Ø  Efek Samping
Ø  Efek samping apa yang bisa saya dapatkan dari seledri?
Ø  Seledri dapat menyebabkan beberapa efek samping yaitu:
Ø  Depresi sistem saraf pusat.
Ø  Stimulasi uterus (rahim).
Ø  Dermatitis kontak, luka pada bulosa phototoxic (sindrom birch seledri ).
Ø  Reaksi hipersensitivitas, anafilaksis, atau angioedema.

Tak semua orang mengalami efek samping yang sudah di sebutkan di atas. Mungkin saja ada efek samping lain yang tidak dicantumkan. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping tertentu, harap berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter Anda.

Keamanan
Apa yang harus saya ketahui mengenai seledri?
Ø  Berhenti konsumsi seledri minimal 2 minggu sebelum jadwal operasi.
Ø  Periksa reaksi hipersensitivitas, termasuk sindrom birch-seledri dan anafilaksis.
Ø  Periksa tingkat kesadaran Anda karena depresi sistem saraf pusat dapat terjadi.
Ø  Jangan mencampur antara biji seledri dengan jusnya. Komposisi tersebut digunakan untuk mengobati kondisi yang berbeda.
Ø  Hindari paparan matahari atau gunakan pakaian pelindung saat menggunakan produk seledri.
Ø  Psoralen, salah satu komponen kimia seledri, dapat menyebabkan ruam fototoksik.

Regulasi yang mengatur penggunaan suplemen herbal tidak seketat peraturan obat-obatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanannya. Sebelum menggunakan, pastikan manfaat penggunaan suplemen herbal lebih besar dibandingkan risikonya. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa amankah seledri?
Seledri aman digunakan, dengan catatan Anda memerhatikan aturan penggunaan seledri sebagai suplemen berikut ini ;
Ø  Jangan menggunakan produk seledri pada anak-anak, kecuali untuk diolah sebagai makanan.
Ø  Penggunaan seledri dalam jumlah yang berlebihan bisa membuat rahim berkontraksi dan menyebabkan keguguran. Jangan menggunakan suplemen seledri pada wanita hamil dan menyusui.
Ø  Selalu konsultasi ke dokter sebelum Anda mengonsumsi tanaman atau suplemen herbal apapun untuk mendapatkan informasi yang lebih detail.

Interaksi
Interaksi seperti apakah yang mungkin terjadi ketika saya mengonsumsi seledri?
Seledri dapat berinteraksi dengan sejumlah obat, herbal dan suplemen:
Ø  Obat-obatan yang meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari.
Ø  Obat penenang.
Ø  Obat-obatan yang mempengaruhi fungsi tiroid.
Ø  Seledri juga dapat mengubah tingkat lithium dalam tubuh Anda.

Tanaman herbal ini mungkin dapat berinteraksi dengan pengobatan lain atau dengan kondisi kesehatan yang Anda miliki. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum penggunaan. Daun seledri banyak dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan di Indonesia. Biasanya daun seledri segar dicincang dan ditaburkan di atas masakan. Tidak hanya membuat makanan semakin nikmat, manfaat daun seledri untuk kesehatan juga cukup banyak.

Menurut penelitian, daun seledri memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Antioksidan merupakan suatu zat yang berfungsi mengurangi kerusakan sel tubuh akibat proses oksidasi dan radikal bebas. Kandungan yang dimiliki daun seledri, membuatnya banyak digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan obat-obatan.

Beragam Manfaat Daun Seledri
Berbagai penelitian dilakukan untuk membuktikan manfaat seledri, termasuk biji, batang dan daun seledri. Untuk memahaminya lebih jauh, di bawah ini adalah beberapa potensi manfaat daun seledri untuk kesehatan:
1.      Menurunkan tekanan darah
Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak seledri diyakini bisa membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Bahan ini dapat diolah dalam bentuk jus, hingga suplemen.
2.      Mencegah kanker
Ekstrak daun seledri juga sering dimanfaatkan sebagai obat antikanker. Dalam suatu penelitian, ekstrak daun seledri menunjukkan potensi untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker di sekitar perut.
3.      Melancarkan pencernaan
Kandungan polisakarida berbasis pektin di dalam daun seledri bisa membantu melancarkan pencernaan, mencegah penyakit maag, memperbaiki lapisan lambung yang rusak dan menjaga kesehatan saluran pencernaan.
4.      Meredakan nyeri haid
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi produk yang mengandung biji seledri dengan campuran beberapa bahan lain, bisa mengurangi intensitas dan lamanya rasa nyeri yang dirasakan saat haid.
5.      Mengusir nyamuk
Menurut penelitian, gel pengusir nyamuk dengan kandungan ekstrak seledri mampu bertahan lebih dari 4 jam. Efektivitas seledri dengan campuran bahan antinyamuk lainnya, cukup tinggi dalam mengusir nyamuk.

Selain beberapa manfaat di atas, seledri juga diduga dapat membantu mengatasi sakit kepala, tidak nafsu makan, kelelahan, dan melancarkan buang air besar. Seledri juga diyakini dapat membuat tubuh lebih rileks dan tidur lebih nyenyak, karena kemampuannya sebagai pelemas atau relaksan otot.

Meski memiliki banyak manfaat, Anda tetap perlu berhati-hati jika hendak mengonsumsi suplemen ekstrak seledri, terutama bila sedang hamil, menyusui, memiliki riwayat alergi terhadap bahan ini, menderita kelainan darah, gangguan ginjal, atau tekanan darah rendah.

Cara Mengolah Daun Seledri
Tidak hanya digunakan sebagai bahan pelengkap masakan, daun seledri juga bisa diolah menjadi jus. Untuk membuat jus seledri, Anda dapat menambahkan berbagai bahan lain, seperti bayam, buah pir, atau air perasan lemon. Membuat jus seledri sangat mudah, cukup potong kecil-kecil seledri dan bahan lain, lalu masukkan ke dalam blender. Tambahkan air perasan lemon dan es batu. Kemudian saring jus yang sudah diblender, sebelum diminum.

Selain sebagai campuran jus, seledri juga bisa disajikan sebagai minuman segar. Masukkan daun seledri dan daun ketumbar serta gula cair ke dalam gelas. Tambahkan air perasan lemon atau soda, lalu tambahkan es batu.

Seledri juga bisa menjadi camilan sehat. Anda cukup siapkan batang seledri segar. Potong dengan ukuran sedang, lalu belah menjadi dua. Tambahkan dua sendok selai kacang pada batang seledri dan camilan seledri pun siap untuk dinikmati.

Tidak sulit memperoleh berbagai manfaat daun seledri. Selain dibuat jus seperti di atas, Anda juga dapat mengolah seledri dengan beragam cara sesuai selera. Konsultasikan dengan dokter gizi sebelum mengonsumsi seledri, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu. Segera periksa ke dokter, jika Anda mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi seledri.

Terakhir diperbarui: 24 Desember 2018
Ditinjau oleh: dr. Allert Noya

Sekilas tentang Daun Seledri
Siapa sich yang tidak kenal dengan seledri? Seledri termasuk sayuran yang bermanfaat menyedapkan masakan. Biasanya seledri diiris tipis dan ditaburkan pada masakan, misalnya : sup, bakso, soto, mie goreng, dan lainnya. Ternyata selain menyedapkan masakan, seledri juga mengandung manfaat yang luar biasa untuk kesehatan dan kecantikan. Namun, dibalik beragam manfaatnya yang luar biasa untuk kesehatan, ternyata seledri juga bisa menjadi racun yang berbahaya bagi kesehatan. Hem, ingin tahu lebih banyak tentang manfaat dan efek samping seledri bagi kesehatan? Simak terus kelanjutannya dalam artikel ini yaa...

Kandungan Nutrisi Daun Seledri
Seledri termasuk satu jenis sayuran yang rendah kalori dan mengandung banyak nutrisi, diantaranya : serat non larut, antioksidan flavonoida, Vitamin A, Vitamin B1, B2, B6, Vitamin C, asam folat, niacin, dan riboflavin.

Manfaat Daun seledri untuk kesehatan dan kecantikan
Dari beragam nutrisi yang terkandung dalam daun seledri, ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan, diantaranya :

1. Mengobati mata kering
Kandungan vitamin A dalam daun seledri sangat bagus untuk mengobati mata kering. Caranya cukup mencampurkan seledri dalam masakan, jadikan jus, atau minum air rebusannya. Dengan perawatan rutin, maka mata Anda akan kembali segar dan sehat.

2. Atasi batuk dan gatal di tenggorokan
Seledri bisa juga membantu mengatasi masalah gatal di tenggorokan dan batuk yang mengganggu. Caranya cukup minum air rebusan seledri yang ditambah madu.

3. Membuat wajah segar dan awet muda
Seledri mengandung vitamin C dan antioksidan yang bermanfaat menangkal radikal bebas pemicu munculnya tanda-tanda penuaan dini. Caranya cukup menghaluskan seledri, kemudian menjadikannya sebagai masker wajah.

4. Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
Seledri mengandung serat non larut dan juga rendah kalori yang bermanfaat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

5.   Mencegah kanker
Seledri merupakan sumber antioksidan alami, seperti : litein, betakaroten dan zea xanthin yang bermanfaat meningkatkan imunitas tubuh dan melindungi tubuh dari risiko penyakit kanker.

6.   Menyuburkan rambut
Siapa sich yang meragukan khasiat daun seledri untuk rambut? Sudah banyak yang membuktikan jika kandungan alami dalam daun seledri snagat bermanfaat menebalkan dan menghitamkan rambut secara alami. Caranya cukup menghaluskan seledri dan menjadikannya sebagai masker rambut.

Efek Samping Daun seledri Bagi Kesehatan
Meski kaya akan nutrisi dan bagus untuk kesehatan dan kecantikan, namun daun seledri juga bisa membahayakan kesehatan, tertama jika dipanaskan ulang. Jadi, sebisa mungkin jangan memanaskan ulang olahan seledri, karena kandungan nitrat yang dipanaskan akan menjadi nitrit yang bersifat karsinogen (penyebab kanker). Hem, dari sayuran yang terlihat sepele, ternyata mengandung manfaat yang luar biasa untuk kesehatan dan kecantikan.

11 Efek Samping Minum Air Rebusan Seledri Baik dan Buruknya Untuk Tubuh
Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan daun seledri. Daun berwarna hijau yang biasa digunakan sebagai bumbu pada makanan ini memang bukanlah barang yang sulit untuk dicari. Daun seledri merupakan sayuran yang banyak sekali mengandung mineral seperti kalsium, natrium, magnesium, zat besi, kalium dan juga di dalam seledri ini juga banyak sekali menganfung vitamin seperti Vitamin A, Vitamin C, Vitamin D, Vitamin B6, dan juga masih banyak vitamin lainnya. Selain itu di dalam seledri juga mengandung zat lain seperti folat, thiamin, riboflavin dan juga zat nutrisi lainnya.

Seluruh manfaat dari kandungan di dalam seledri bisa didapat dengan mudah. Baik dengan cara dimakan langsung ataupun kita bisa meminum air rebusan dari daun seledri ini. Efek samping minum air rebusan seledri ini memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh. Beberapa efek samping minum air rebusan seledri yang baik bagi tubuh diantaranya adalah :

1.   Bisa menurunkan tekanan darah tinggi
Salah satu efek samping minum air rebusan seledri ini adalah bisa menjadi obat untuk tekanan darah tinggi. Seledri memiliki sifat anti hipertensi yang membuat seledri menjadi obat tradisional darah tinggi. Di dalam daun seledri ini mengandung hexanic dan metanol yang bisa meningkatkan sirkulasi darah dan juga akan membantu mengendalikan tekanan darah anda.

2.   Bisa menurunkan kolestrol
Manfaat lain dari daun seledri ini adalah bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjadi penurun kolestrol yang akan menjaga kesehatan jantung anda. Serat yang ada di dalam seledri ini akan mampu membuang dan menghindarkan dari bahaya akibat kelebihan kolestrol di dalam tubuh. Inilah yang membuat seledri menjadi salah satu sayuran penurun kolestrol.

3.   Menjadi obat radang
Di dalam seledri ini juga mengandung anti oksidan dan juga polisakarida yang sangat bermanfaat sebagai anti inflamasi. Di dalam seledri ini juga mengandung flavonoid. Hal inilah yang membuat seledri bisa mengatasi peradangan dan juga seledri akan mampu mengatasi radikal bebas yang bisa menjadi penyebab peradangan

4.   Bisa membantu menurunkan berat badan
Manfaat lain jika anda meminum air rebusa seledri ini adalah bisa membantu anda ketika anda ingin menurunkan berat badan. Seledri ini mengandung  kalori yang rendah sehingga bisa membantu untuk menurunkan berat badan.

5.   Menyembuhkan infeksi
Meminum air rebusan seledri juga merupakan salah satu cara alternatif untuk bisa menyembuhkan infeksi. Banyak peneliti yang menyatakan bahwa di dalam seledri ini terdapat anti mikroba. Anti mikroba ini akan di dapat dari ekstrak seledri yang sangat bermanfaat untuk mengurangi pertumbuhan bakteri. Hal ini akan mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan juga menjadi benteng untuk tubuh dalam melawan infeksi bakteri secara alami.

6.   Mampu mencegah kanker
Hal hebat lainnya dari mengkonsumsi air rebusan seledri adalah bisa menjadi pencegah kanker. Hal ini karena ternyata di dalam seledri terdapat polyacerylenes. Zat ini dapat dengan efektif mengurangi toksisitas dan juga efektif melawan pembentukan sel kanker.

7.    Menjadi obat maag
Mungkin sudah banyak yang tahu jika seledri merupakan obat tradisional untuk menyembuhkan sakit maag. Hal ini karena seledri merupakan sayuran yang memiliki asam rendah sehingga akan mampu mengobati masalah maag ini.

8.   Menjadi obat anemia
Efek samping dari meminum air rebusan seledri ini juga mampu menjadi obat untuk anemia. Dengan meminum air rebusan seledri ini maka akan mampu mengatasi masalah anemia yang anda alami.

Namun, selain memiliki efek samping yang baik dan menguntungkan, meminum air rebusan seledri juga memiliki efek samping yang tidak baik, Efek samping minum air rebusan seledri ini akan menjadi berbahaya jika cara kita mengkonsumsi nya salah ataupun berlebihan. Beberapa efek samping minum air rebusan seledri yang tidak baik bagi tubuh adalah :

1. Jika kita terlalu banyak mengkonsumsi seledri terutama dalam keadaan mentah secara terus menerus maka hal ini bisa menyebabkan penyakit gondok. Hal ini karena di dalam seledi yang masih mentah jika dikonsumsi dalam jumlah banyak akan mengganggu fungsi yodium dan tiroid.
2.    Efek berbahaya lain dari mengkonsumsi seledri ini juga bisa menyebabkan munculnya ruam pada kulit. Hal ini karena seledri mengandung bahan kimia yang bernama psoralen. bahan kimia ini sangatlah sensitif terhadap sinar ultra violet. Hal ini lah yang akan menyebabkan ruam di kulit jika kita mengkonsumsinya secara berlebihan

3. Hal yang harus juga diperhatikan ketika kita mengkonsumsi seledri ini adalah karena bisa saja seledri ini banyak sekali mengandung pestisida. Seledri yang banyak mengandung pestisida ini dikhawatirkan akan menyebabkan alergi . Hal ini bisa diatasi dengan mencuci seledri sampai bersih sebelum dikonsumsi ataupun kita bisa memilih mengkonsumsi seledri yang organik agar terbebas dari bahaya pestisida.

Itulah beberapa efek samping minum air rebusan seledri baik efek samping yang bermanfaat maupun efek samping yang tidak baik bagi kesehatan tubuh.


10 Manfaat Seledri Untuk Hati Dan Kesehatan, Efek Samping Dan Faktanya
Hampir semua orang tahu tentang sayur yang satu ini, tetapi tidak banyak yang tahu tentang manfaat dan asal usul dari seledri. Sebelum mengulas tentang manfaat dari seledri, alangkah lebih baiknya jika kita kenal terlebih dahulu dengan sayur jenis ini.
Ø Seledri mempunyai nama latin Apium graveolens. Seledri telah dijadikan sayur sejak jaman dahulu. Baik batang, daun, maupun bijinya, bisa dijadikan sebagai bahan makanan. Tak hanya itu, ekstrak dari biji seledri digunakan pula sebagai obat-obatan.

Ø Seledri yang tumbuh di alam liar ternyata dapat mencapai tinggi hingga 3,3 kaki atau sekitar 1 meter. Meskipun saat ini sudah tersebar di berbagai belahan dunia, seledri pertama kali di temukan di wilayah mediterania. 

Ø Seledri pada awalnya ditanam hanya di musim semi dan musim dingin, namun sekarang sudah dikembangkan dan bisa ditanam di antara bulan september hingga akhir april.

10 Manfaat seledri untuk hati dan kesehatan tubuh
  
Setelah mengetahui sedikit tentang seledri, simak informasi berikut mengenai 10 manfaat seledri. Seledri tercatat mempunyai beberapa kandungan nutrisi yang penting untuk tubuh, mulai dari vitamin A, vitamin B6, vitamin C, vitamin E dan Vitamin K. Selain itu pada seledri juga terdapat mineral penting bagi tubuh seperti kalsium, zat besi, tembaga, magnesium, dan lainnya. :

1. Membantu menurunkan kolesterol
Salah satu manfaat yang terdapat dari seledri adalah mampu membantu menurunkan kolesterol. Hal ini tentu akan memberikam efek dalam menjaga kesehatan jantung dan organ lainnya, karena kolesterol memang erat kaitannya dengan kesehatan organ tubuh.
Seledri diketahui memiliki senyawa penting yang dapat berperan dalam menurunkan lipid, sehingga menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida (TG).

2. Membantu menurunkan tekanan darah
Jika seseorang mengalami tekanan darah tinggi, cobalah untuk mengonsumsi seledri. Pada seledri terdapat senyawa yang disebut dengan pthalides, senyawa kimia organik ini dapat menurunkan kadar hormon setres dalam darah. Efeknya, pembuluh darah akan melebar dan mengakibatkan tekanan darah akan berkurang. Berkurangnya tekanan darah juga akan memungkinkan resiko terkena aterosklerosis, serangan jantung ataupun stroke.

3. Membantu proses pencernaan
Seledri ternyata juga dapat bermanfaat dalam membantu prosespencernaan, hal ini disebabkan banyaknya kandungan air dan serat tidak larut didalamnya. Air dan serat diketahui dapat membantu melancarkan pencernaan dan memudahkan penyerapan nutrisi ke dalam tubuh.

4. Mencegah kanker
   Dari hasil penelitian yang dilakukan di University of Illinois, menunjukkan bahwa adanya flavonoid di dalam seledri dapat menghambat pertumbuhan sel kanker terutama di pankreas. Selain itu, terdapat penelitian lainnya yang menunjukkan bahwa mengonsumsi seledri secara teratur dapat menunda pembentukan sel kanker di payudara.

5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
   Seperti yang telah disebutkan pada awal tadi, seledri mengandung vitamin C. Gabungan antara vitamin C dan antioksidan akan membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh. Asupan seledri secara teratur dan mencukupi akan membuat tubuh anda terhindar dari berbagai penyakit, terutama penyakit musiman seperti flu dan batuk. 

6. Menjaga kesehatan mata
Selain vitamin C, seledri juga kaya akan vitamin A. Vitamin A akan membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah penurunan kemampuan mata terutama akibat penambahan usia.

7. Menjaga kesehatan hati
Penelitian yang dilakukan di Helwan University di Mesir, menunjukkan bahwa seledri mampu mengurangi penumpukan lemak di hati, tentunya ini akan membantu menjaga kesehatan hati. Meskipun penelitian ini memang hanya dilakukan di tikus putih, tetapi tetap saja dipercaya bahwa seledri memang mampu berperan dalam menjaga kesehatan hati.

8. Mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri
Dari Journal of Pharmacy and Pharmacology yang dirilis tahun 2009, menunjukkan bahwa biji seledri mempunyai senyawa antimikroba. Ekstrak dari biji seledri di berikan kepada bakteri yang menyebabkan infeksi pada manusia, hasilnya pertumbuhan bakteri dapat berkurang dan bahkan mematikan bakteri yang ada. Dari hal ini, seledri dapat meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan bakteri dan infeksi yang ditimbulkannya.

9. Membantu menurunkan berat badan
Seledri mengandung banyak nutrisi bagi tubuh, tetapi hanya mengandung sedikit kalori. Tentunya ini sangat cocok bagi mereka yang sedang menjalankan diet untuk menurunkan berat badan. Selain itu, seledri mengandung serat yang akan membuat pelaku diet tetap kenyang dalam waktu yang lama.

10.Menyehatkan sendi
Seledri ternyata mempunyai manfaat yang sangat baik bagi mereka yang memiliki penyakit seperti asam urat, rematik dan radang sendi. Sifat anti inflamasi yang terkandung di dalamnya, akan mencegah dan mengurangi pembengkakan serta rasa nyeri di sekitar persendian.  Batang seledri juga bersifat diuretik yang dapat membantu menghilangkan kristal asam urat yang biasanya terdapat di sekitar sendi.

Efek samping seledri
Meskipun jarang terjadi, tetapi seledri bisa menimbulkan alergi bagi beberapa orang. Seledri juga mungkin dapat meningkatkan resiko pendarahan dan bisa berbahaya bagi mereka yang memiliki gangguan pendarahan.
Bagi orang yang mempunyai darah rendah, sebaiknya hindari konsumsi seledri, karena kemampuannya dalam menurunkan tekanan darah. Bagi mereka yang akan menjalankan operasi, sebaiknya hindari konsumsi seledri, 2 minggu sebelum operasi. Gabungan antara seledri dan anestasi ataupun obat-obatan lainnya yang sering digunakan saat operasi, akan menyebabkan gangguan pada sistem saraf, sehingga kemampuannya melambat.

Fakta mengenai seledri
Selain mengandung manfaat dan efek samping, ternyata seledri juga mempunyai beberapa fakta unik yang patut untuk kita simak. Berikut fakta mengenai seledri :

Pada jaman dahulu, seledri digunakan untuk pengobatan sakit gigi, insomnia, hipertensi, arthritis, rheumatik dan untuk membersihkan darah.
Ø  Semua bagian dari seledri dapat dimakan, baik digoreng, direbus ataupun dipanggang.
Ø  Seledri dapat digunakan sebagai pembersih mulut setelah makan, caranya cukup gigit - gigit batang seledri hingga mulut bersih.
Ø  Orang romawi kuno menggunakan seledri sebagai afrodisiak (zat perangsang seksual). 
Ø  Pada jaman yunani kuno, para pemenang permainan atletik dihadiahi dengan buket bunga yang berasal dari seledri.
Ø  Seledri mempunyai siklus hidup selama dua tahun.
Ø  Seledri digunakan pertama kali sebagai makanan pada abad ke-16 di Italia.
Ø  Kota yang bernama Celeryville, Ohio, didirikan pada awal abad ke-19 oleh para petani seledri.
Ø  Ada sebuah museum seledri di Portage, Michigan. Museum ini disebut dengan Celery Flats Interpretive Center.
Sekian artikel mengenai 10 Manfaat seledri, efek samping dan faktanya. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke orang-orang disekitar anda. Terima kasih.


Sumber : Google Wikipedia

KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA

    KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA Orientasi Asahan ( Jawi : اسهن ) adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi S...